septiayu

Malaikat Kecil

malaikat kecil
Pada detik waktu yang menjadikan mata basah, hati gerimis. Ia hadir menyapaku lewat mimpi singkat yang terlalu indah untuk berakhir. Ah, ia terasa nyata. Jari-jari mungilnya, tangis dan senyumnya, mata bulatnya. Ya Allah, sungguh aku menginginkannya. Malaikat kecil yang meberi warna kehidupan, sungguh aku membutuhkannya.

Mulanya, aku terlalu percaya diri saat seringkali dipeluk anak kecil tak dikenali. Pada saat perjalanan kereta Semarang-Surabaya di hari kelima pascaakad. Pada saat mampir di salah satu rumah-Mu di Surabaya, dll. Banyak sekali perjumpaan dengan kanak-kanak yang membuatku merasa aku bisa memilikinya. Kuasa-Nya, lagi-lagi hanya Allah pemilik kuasa.

Hari ini, 22 Juni 2022, tahun keempat pernikahan kami. Doaku masih sama, pintaku masih sama, harapku masih sama. Ya Allah, perkenankan malaikat kecil itu Engkau titipkan pada kami. Ya Allah, kabulkan doa kami. Jadikan kami pasangan yang mendapat Rahmat-Mu dengan hadirnya penyejuk hati. Lalu, aku mengingat begitu banyak hari saat aku bermimpi, bermimpi hadirnya malaikat kecil itu.

Jakarta, 8 Mei 2022

Entah untuk kali ke berapa engkau hadir. Menyapaku yang untuk ke sekian purnama merindu. Merindukan jemari kecilmu, merindu tangismu, merindu tawamu, yang entah bagaimana rupamu.

Kau hadir dalam tiap mimpiku, menyapaku lewat senyummu, menyapaku lewat tangismu. Dan untuk kesekian kali aku bahagia menyapamu.

Bisakah kau benar-benar hadir dalam nyata? Pada setiap detik waktu yang ditetapkan di dunia. Aku yakin kau bukanlah fana, hanya saja Sang Pencipta belum menghendaki perjumpaan di antara kita.

Meski aku sangat merindukanmu, merindukan denyut nadimu dan nadiku yang bersatu. Merindu segala tentangmu.

Adakah orang sepertiku, yang merindu padahal belum pernah bertemu?

Begitulah faktanya, aku merindukanmu, aku menginginkanmu, aku membutuhkanmu hadir di dunia. Sebagai Qurrotaa'yun, penyejuk hati, penyemangat hidup.

Robbihabliminnashalihin. Ya Allah, karuniakan kepada kami keturunan yang salih.
septi ayu azizah
Septi Ayu Azizah penyuka literasi, volunteer dan pendidikan. Penikmat jalan-jajan ini, lahir di Banjarnegara, ber-KTP Jakarta, tinggal di Depok. Menulis bagi Septi adalah mencurahkan asa agar bermanfaat tentunya. Aktivitas Septi sebagai guru, pegiat literasi sekolah, dan tentunya menjadi istri penuh waktu.
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar