septiayu

Antara Mimpi


QAILULAH ialah tidur sebelum melaksanakan Shalat Dhuhur, sekitar 25 s.d. 30 menit sebelum dikumandangkannya adzan Dhuhur, tidur jenis ini sangat bemanfaat dan sangat dianjurkan oleh Nabi Saw.
Jenis tidur yg menyenangkan dan berpahala. Hanya saja, di tidur singkat ini saya sering bermimpi aneh (?). Mimpi yang membuat hati teriris.
Hari ini, misalnya.
Saya bermimpi mendapat pesan WA oleh seorang binaan yg tengah mengikuti Dauroh Murobbi (dan betul adanya, hari ini ada dauroh dan si adik pun mengikutinya). Ia membrondong saya dengan pernyataan "Mbak Sep, selama ini mbak salah membina kami. Mbak terlalu keras kepada kami. Mbak salah."
Seketika mengalirlah bulir bening dari sudut mata saya. Bahkan dalam mimpi, saya tak mampu membalas pesan si adik tadi.
Saya terbangun. Seperti kebiasaan sebelumnya, jika saya terbangun oleh mimpi yang menegangkan, kepala saya akan pening. Benar saja, rasanya berat sekali mengangkat kepala yg mulai berputar.
Lebih tragis lagi, serasa ngilu di hati. Serasa ada yang sakit sekali di hati ini. "Ya Robb..
Apa yang saya lakukan... Begitu dzalim diri ini."
Ya, ini hanya mimpi. Bunga dari tidur. Atau godaan dari syaitan. Tapi tetap saja, mengajari untuk lebih banyak muhasabah. Mengoreksi diri, memperbaiki hati dan sikap.
Saya bukanlah yang terbaik. Hanya seoarang hamba yang terus belajar memperbaiki diri, meski amat pelan perjalanan saya untuk berubah. Betul, saya penuh salah, Maha Besar Allah yang tak menampakkan kesalahan yang saya miliki. Karena yang tak nampak bukan untuk diperlihatkan, maka ketika ia nampak, janganlah kalian tiru. Janganlah kalian contoh keburukan yang ada pada diri ini. Jangan menjadikan saya sebagai inspirasi keburukan atas setiap kekeliruan saya kerjakan. Teruslah berkebaikan hanya dengan menjadikan Allah sebagai alasan.
Ahad, 25 Maret 2018.
12:11 WIB






septi ayu azizah
Septi Ayu Azizah penyuka literasi, volunteer dan pendidikan. Penikmat jalan-jajan ini suka berpindah-pindah tempat tinggal, dan menceritakan perjalanan hidupnya di sini. Aktivitas Septi sebagai guru, volunteer dan pegiat literasi.

Related Posts

Posting Komentar