septiayu

Thami Asyifa: Bunda dan Blogger Inspiratif

thami asyifa



Thami Asyifa pemilik nama asli Sri Utami ini biasa disapa Bunda Tami, beliau partner blogku yang em, apa ya satu kata yang menggambarkan pribadi beliau? Blogger inspiratif, luar biasa. Lah, gimana, katanya satu kata itu berapa kata? Yups saking kerennya beliau sampai tak tahu lagi harus berkata apa untuk menceritakan profil beliau.

Bunda kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur ini, sejak lulus kuliah sudah merantau ke Kalimantan. Kalimantan merupakan pulau yang menjadi saksi perjalanan hidup Bunda Thami dalam mengejar mimpi, cita dan cinta, hal ini dibuktikan dengan berpindah-pindah tempat tinggal dari Balikpapan kemudian Nunukan, dan sekarang Samarinda. Waah, seru kali Sob, catat nih kalau nanti main ke Kalimantan bisa minta Bunda Thami antarkan ke tempat-tempat kece di sana ya. 

Bunda Thami bisa menjadi inspirasi bunda-bunda di seluruh penjuru negeri. Beliau bukan hanya sekedar istri pendamping suami, namun juga sebagai guru untuk tujuh putra-putrinya yang penghafal Alquran, fasilitator homeschooling untuk putra-putrinya, pemilik salah satu sekolah di Balikpapan, penulis dengan beragam prestasi, pendakwah dan aktif di berbagai komunitas di Kalimantan.  Sampai sini sudah takjub Sob?

Makin penasaran dengan sosok keren Bunda Tami? Cus, kita simak profil singkat Bunda Thami.


Potret Bunda Thami Asyifa dan Keluarga 

Bunda dengan empat putra dan tiga putri ini mengawali karir dengan mengajar mata pelajaran IPA dan Biologi di MTs dan MA Asyifa Balikpapan. Dari sinilah bunda Thami dikenal dengan nama Thami Asyifa yang kemudian menjadi nama pena beliau. 

Mengikuti suami yang berpindah-pindah tempat tinggal karena tugas dinas, Bunda Thami memutuskan untuk resign dari tempatnya mengajar dan fokus pada pendidikan putra-putrinya yang homeschooling. “I am a teacher and educator is my passion.” Begitu kata Bunda Thami dengan mantap. Meski tak lagi mengajar di sekolah formal, Bunda Thami terjun langsung sebagai pengajar atau fasilitator putra-putrinya yang belajar di rumah, bukan belajar dari rumah karena pandemi loh ya! 

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, pepatah ini tepat sekali untuk Bunda Thami dan keluarga, setuju nggak Sob? Secara, putra-putri Bunda Thami bukan hanya pandai dalam akademik, namun juga hafal Alquran, Maasya Allah. Hal ini terbukti kedua putranya yang sudah menjadi hafidz, alias hafal Alquran dan sekarang sedang melanjutkan study di Istanbul, Turkey. Dududu, mau komen apa coba? Sudah pintar, shalih/ah, cantik dan tanpan, impian keluarga di seluruh dunia nggak sih? 

Pendiri Lembaga pendidikan Islam terpadu (LPIT) Insan Mulia Balikpapan ini mengaku, sebagian besar cita-citanya sudah tercapai, kecuali satu, mewujudkan mimpi mengasuh anak-anak yatim. Maasya Allah, kita daoakan ya Sob, semoga niat mulia Bunda Thami bisa segera terwujud!

keluarga penghafal quran
Keluarga Thami Asyifa dengan tagline "Keluarga Pecinta Alquran"


Jatuh Hati pada Blog 

Membaca dan menulis merupakan kegiatan favorit Bunda Thami sejak duduk di bangku sekolah dasar. Intensitas menulis semakin memuncak manakala Bunda Thami resign dari tempat mengajar yang sudah 18 tahun dijalani. Penghargaan dan aktualisasi diri beralih pada kegiatan menulis. Medsos seperti facebook dan instagram sudah tak cukup lagi menampung karya-karya Bunda Thami, sehingga butuh ruang yang lebih luas lagi, dan blog dirasa sebagai wadah yang tepat. 

Menurut Bunda Thami, blog bisa membuat tulisan lebih panjang, bisa mengatur postingan sesuai keinginan. Melalui blog, postingan juga bisa tersimpan secara rapi dan terorganisir, sehingga ketika suatu saat membutuhkan lebih mudah menemukannya kembali. Wah, jadi begini nih jalan ceritanya Bunda Thami jatuh hati pada blog. 

Bunda Thami Asyifa pertama kali mengenal blog pada tahun 2009, waah, senior ya Sob! Namun, karena kesibukan Bunda Thami, beliau bisa fokus lagi blogging pada tahun 2017 ketika bergabung dalam komunitas ibu profesional, dududu, selalu takjub deh sama mereka yang bisa gabung komunitas Ibu Profesional. Sebagai media belajar menjadi blogger profesional Bunda Thami membuat satu lagi blog baru yang sekarang kita kenal dengan Thamilestones. 

Thami Asyifa Blogger Inspiratif 


thamilestone
Header Blog Thami Asyifa


“Dengan ngeblog ini, sejatinya aku ingin menumbuhkan dan menjaga karakter baik. Salah satu karakter yang aku punya adalah suka belajar, bahkan hingga saat ini punya banyak kelas belajar. Nah dengan ngeblog, karakter suka belajar ini akan tetap terjaga karena setelah tahu dan kenal blogging ternyata masih banyak ilmu yang harus dikuasai agar menjadi blogger yang lebih baik lagi.” Begitu kata Bunda Thami ketika ditanya apa alasan ngeblog. 

Bisa dibilang, suka belajar dan ingin menumbuhkan dan menjaga karakter baik ini menjadi alasan terkuat Bunda Thami ngeblog, hal itu sejalan dengan prinsip hidup beliau yang ingin terus bermanfaat bagi sesama. 

Impian bunda Thami dalam dunia blogging adalah menjadi blogger profesional, yang bisa berpenghasilan dari rumah. Jadi, bukan hanya karyanya yang bermanfaat untuk orang lain, namun juga bisa membawa rezeki untuk Bunda Thami dan keluarga. Eits, kalau kata Bunda Thami, rezeki di sini bukan melulu uang ya Sob, pokoknya blogger profesional yang inspiratif full manfaat. 

Nah, ngobrolin soal blog dan menjadi pribadi yang bermanfaat, Bunda Thami membagikan ke saya nih sob, tips tentang parenting. Biar ilmunya Bunda Thami bisa tersebar luas, dan kita bisa kecipratan inspiratifnya keluarga Bunda Thami, simak Q n A Singkat tentang Parenting ala bunda Thami Asyifa ya Sob! 


Q n A Singkat tentang Parenting ala Bunda Thami Asyifa 


Homeschooling menjadi pilihan pendidikan yang diterapkan keluarga bunda Thami. Apa saja kelebihan dan kelemahan homeschooling menurut Bunda Thami? 

Menurut Bunda Thami, kelebihan dari homescholing, bisa custom kurikulum meski tetap ada kurikulum nasional, hal tersebut juga agar anak-anak berijazah. Dengan homeschooling waktu belajar anak lebih fleksibel, pengalaman belajar bisa dari mana saja, di mana saja dan kapan saja. Bahkan saat keluarga jalan-jalan, sangat cocok untuk keluarga Bunda Thami yang sering berpindah tempat. Tidak perlu repot urusan pindah sekolah, sementara waktu yang tersedia cukup singkat jika mutasi atau pindah tempat. Kekurangannya, anak-anak tidak punya banyak teman, ada teman sekitar rumah saja. 

Memiliki tujuh putra putri di rumah, bisa terbayang keriuhannya rumah dengan karakter anak yang pastinya berbeda-beda. Setiap orang tua pun pasti memiliki cara berbeda dalam mendidik anak. Bagaimana cara Bunda Thami mendidik anak dengan karakter yang berbeda? 

Menurut Bunda Thami, mendidik anak harus disesuaikan dengan karakter dan kebiasaan anak. Pola komunikasi yang baik. Antara orang tua dan anak ada diskusi, mau belajar apa, jadwalnya bagaimana dan segala sesuatunya dari anak-anaknya. Dan semua itu tidak selalu berjalan mulus, selalu ada ujiannya. Mulai dari anak marah sampai mogok tidak mau belajar pun bisa. Tipsnya, orang tua harus mampu memahami anak, mulai dari emosinya, karakternya, dan kebiasaannya.

Selain itu, Bunda Thami juga membagikan beberapa tips homeschooling dan tips mengajar tahfiz untuk anak di rumah.

Tips Homescholing ala Bunda Thami Asyifa 

  • Harus siap mental jika ada pertanyaan mengapa anaknya tidak sekolah formal. 
  • Siap dengan segala kerewelan anak.
  • Orang tua pun menyediakan waktu untuk belajar agar update informasi.

Tips Mengajar Tahfiz ala Bunda Thami Asyifa 

  • Tanamkan aqidah yang kuat pada anak. 
  • Ajak anak cinta Alquran dengan memberi contoh langsung. Misal tilawah rutin. 
  • Berusaha menghafal sehingga anak-anak tahu bahwa orang tua bukan sekedar menyuruh dan mengharapkan mereka hafal Alquran. 
  • Banyak berdoa meminta kemudahan agar anak-anak dimudahkan menghafal Alquran. 

Oke gais, itu tadi profil singkat Bunda Thami Asyifa blogger inspiratif kita. Menginspirasi bukan? Semoga kita bisa banyak belajar dari Bunda Thami Asyifa agar menjadi pribadi dan blogger yang inspiratif dan bermanfaat, di mana pun, kapan pun. 



septi ayu azizah
Septi Ayu Azizah penyuka literasi, volunteer dan pendidikan. Penikmat jalan-jajan ini, lahir di Banjarnegara, ber-KTP Jakarta, tinggal di Depok. Menulis bagi Septi adalah mencurahkan asa agar bermanfaat tentunya. Aktivitas Septi sebagai guru, pegiat literasi sekolah, dan tentunya menjadi istri penuh waktu.

Related Posts

16 komentar

  1. Sip mbak. Semoga semua parameter SEO nya terpasang ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga ya bun, semoga tidak mengecewakan Bundaa

      Hapus
  2. Masya Allah bunda ini yang sering aku lihat di eksplore IG, tentang bagaimana mendidik anak-anaknya hafal Al Quran

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kah mba? Maasya Allah, makin kagum sama Bunda Tami. Mbak plis plis, cek postingan ini sudah sesuai standar SEO atau ada yang harus diperbaiki? hehe

      Hapus
  3. aku juga berkunjung ke blog beliau, emang bagus nih bunda tami, panutan para ibu-ibu mendidik anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuuul mbaak, terharu rasanya berteman dengan beliau

      Hapus
  4. Lengkap banget info Bunda Tami ini. Bacanya sambil ngucapin, masha Allah, prestasi sebagai ibu rumah tangga bener² sempurna. Jadi nganan #eeh

    BalasHapus
    Balasan
    1. nganan ngiri oke, #eh.. betul banget mbaks, kayak keluarga panutan ya mbaks

      Hapus
  5. maa syaa Allah merinding saya bacanya ternyata ada sosok seluarbiasa beliau yang satu forum dengan aku :'3 semoga ketularan aamiin. inspiratif banget maa syaa Allah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, semoga kita ketularan inspiratif ya mbaks...

      Hapus
  6. masyaaAllah bunda thami inspiratif banget, perlu ada sesi kedua nih bahas tentang keluarga bunda thami hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaa, aku juga kepikiran gitu mbaak. Harus ada sesi khusus nih, biar bisa ngulik lebih dalam, sharing inspirasi dari Bunda Thami

      Hapus
  7. Masya Allah.. sangat inspiratif bunda dan dalam mengajar anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga nular ke kita ya mbaks. ke aku lebih tepatnya. aamiin

      Hapus
  8. MasyaAllah.. Barakallah untuk bunda thami, semoga impian-impiannya bisa terwujud dan akan selalu menginspirasi banyak orang. Aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, mbak Ra juga ya, semoga sukses selaluu

      Hapus

Posting Komentar