septiayu

Menjadi Negarawan Sejati




Kami terdiam, terduduk, dan terpaku
Kami terjajah, dihianati, dan, lebih buruk lagi
Kami ditendang dari bangsa sendiri
Kami terasing, terombang-ambing dimainkan lamun
          Kau bilang ini mimpi
          Tapi kau tampar kami dengan pikirmu yang semu
          Kau bilang ini kaya
          Pernahkah kau lihat kami, beruluk salam pada sepotong jalan tanpa onak?
          Kau bilang, kau bilang,
          Kau bilang ini merdeka!
          Merdeka?
          Bahkan kami tak tahu apa itu merdeka,
Lihatlah, lihatlah kau yang duduk di sana..
Lihatlah, kau yang katanya berdiri menyeru ratapan kami
Kami dicuri, bagai ikan tersesat dalam arus
Bagai burung tak mengerti arah angin
Lihatlah, kami dicuri...
          Kami terdiam, terduduk dan terpuruk
          Kami dirajam suara-suara kau yang merajuk
          Tak peduli kantong kering kami
          Lalu, siapa pencuri?
          Siapa pencuri?
          Sedang sebagian dari kami tak peduli
Bangkit, bangkit
Bangkitlah pejuang
Kau tak boleh mati!
Kau tak bisa mati!
Semangatmu tak boleh layu dimakan waktu
Negri ini butuh kau
Sang Negarawan sejati!
Negarawan sejati!
septi ayu azizah
Septi Ayu Azizah penyuka literasi, volunteer dan pendidikan. Penikmat jalan-jajan ini suka berpindah-pindah tempat tinggal, dan menceritakan perjalanan hidupnya di sini. Aktivitas Septi sebagai guru, volunteer dan pegiat literasi.

Related Posts

Posting Komentar